Tangerang Selatan – Ahad, 10 Agustus 2025, Pesantren Dar Al-Qur’an Baituna menggelar Pertemuan Wali Santri di Masjid Taqwa Nanjar. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengasuh, tenaga pendidik, serta para wali santri dari berbagai daerah. Suasana penuh keakraban terasa sejak pagi, ketika para tamu mulai berdatangan dan disambut hangat oleh pengurus pesantren.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari pimpinan pesantren. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan serta dukungan para wali santri.
“Keberhasilan pendidikan di Baituna adalah hasil kerja bersama antara pesantren dan orang tua. Kami berharap hubungan ini terus terjaga untuk mendidik generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak,” ujarnya.
Pertemuan ini membahas beberapa agenda utama, antara lain:
- Kebaitunaan
Penjelasan tentang nilai, adab, dan kultur khas yang menjadi ruh pembinaan di Baituna, yang membentuk karakter santri sebagai pribadi Qur’ani yang disiplin, tawadhu’, dan bertanggung jawab. - Kurikulum
Pemaparan struktur pembelajaran yang menggabungkan tahfizh Al-Qur’an, kajian tafsir, pendalaman kitab, serta pendidikan umum yang relevan dengan kebutuhan zaman. - Capaian Pembelajaran
Laporan perkembangan santri selama semester ini, meliputi hafalan Al-Qur’an, pemahaman tafsir, keterampilan akademik, dan sikap keseharian. - Kegiatan Pesantren
Paparan program harian, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembinaan mental-spiritual yang dijalankan secara terarah dan berkesinambungan. - Studi Lanjut
Diskusi mengenai peluang pendidikan pasca-lulus, termasuk jalur perguruan tinggi dalam dan luar negeri, serta kesempatan beasiswa.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Para wali santri berkesempatan memberikan pertanyaan dan masukan yang langsung ditanggapi oleh pihak pesantren. Momen ini menjadi sarana menyamakan visi antara rumah dan pesantren, sehingga proses pendidikan santri dapat berjalan lebih optimal.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemudahan bagi seluruh santri dalam menuntut ilmu. Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pesantren dan wali santri dalam mewujudkan cita-cita mulia mencetak generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
