Nanjar, 24 Agustus 2025 – Pesantren Dar Al-Qur’an (DQ) Baituna menggelar lomba drama bertema perjuangan kemerdekaan Indonesia pada Ahad, 24 Agustus 2025, di Masjid Taqwa Nanjar. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan bulan kemerdekaan sekaligus menghidupkan kembali ingatan sejarah bangsa di kalangan santri.
Tema yang diangkat dalam perlombaan kali ini adalah “Persiapan Kemerdekaan Indonesia”, yang diawali dengan penggambaran suasana sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dengan mengenakan kostum tokoh-tokoh nasional dan memainkan peran sejarah, para santri seolah membawa penonton pada suasana perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara.
Afif Habiburrahman, santri kelas 3 yang dipercaya menjadi ketua panitia drama kemerdekaan, menyampaikan bahwa lomba ini diadakan untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap bangsa Indonesia. “Kami ingin para santri mengingat kembali sejarah bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil jerih payah para pahlawan. Karena itu, generasi muda harus menyadari pentingnya menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” ujarnya saat diwawancarai seusai kegiatan.
Perlombaan ini diikuti oleh seluruh santri DQ Baituna dari berbagai jenjang. Setiap kelompok menampilkan naskah yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari, lengkap dengan kostum, narasi, dan tata panggung sederhana yang kreatif. Antusiasme terlihat sejak masa persiapan hingga penampilan, di mana para santri menyalurkan bakat seni sekaligus memperdalam pemahaman sejarah nasional.
Tidak hanya sebagai ajang kreativitas, drama kemerdekaan juga menjadi sarana pendidikan karakter. Para santri belajar arti kerjasama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menyiapkan penampilan mereka. Selain itu, nilai perjuangan, keikhlasan, dan semangat kebangsaan yang dicontohkan para pahlawan diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda pesantren.
Acara berlangsung meriah dan penuh semangat. Masjid Taqwa Nanjar dipenuhi oleh para santri yang menjadi pemain sekaligus penonton, sehingga suasana terasa hidup. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan gelak tawa sesekali terdengar, menambah semarak kegiatan yang sarat nilai pendidikan ini.
Melalui lomba drama kemerdekaan, Pesantren DQ Baituna berupaya membangkitkan kesadaran santri akan makna kemerdekaan. Dengan cara ini, santri tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga menghayatinya secara langsung melalui seni peran. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap bulan kemerdekaan, sekaligus melahirkan santri yang berkarakter, berilmu, dan cinta tanah air.

